Jasa Raharja Survey Ahli Waris Korban Lakalantas MD Di Polman

  • Bagikan

POLMAN, RAKYATSULBAR.COM — Kecelakaan maut terjadi di Dusun Lalabata Kecamatan Tanete Rilau, Kabupaten Barru pada 15 April 2024.

Korban atas nama Wahyu Joko Wibowo yang sedang mengemudikan Mobil Toyota Dyna Long bertabrakan dengan Mobil Bus Marcedes Benz.

Akibat tabrakan tersebut, korban menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Barru pada tanggal 15 April 2025 setelah berbagai upaya penyelamatan telah dilakukan kepada korban.

Petugas Jasa Raharja Samsat Barru, Zaumar Irvan yang mendapatkan informasi kecelakaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia dan informasi kediaman ahli waris korban berada di Desa Bumiayu Kec Wonomulyo Kab Polman.

Setelah mendapat informasi dari Petugas Jasa Raharja Kabupaten Barru bersama dengan petugas Jasa Raharja Polman bergerak cepat mendatangi rumah keluarga korban Wahyu Joko Wibowo di Desa Bumiayu Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polman.

Kejadian yang menimpa korban menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban yang sampai saat ini masih tidak menyangka Wahyu Joko Wibowo telah meninggal dunia.

Sesuai dengan ketentuan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 16/PMK/010/2017 tentang Besar Santunan Dan Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan dimana santunan yang diserahkan berasal dari dana Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ) yang dibayarkan masyarakat setiap tahun bersamaan pada saat melakukan perpanjangan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) di Kantor Bersama Samsat, ahli waris korban berhak atas santunan meninggal dunia sebesar Rp. 50 juta yang diserahkan kepada ahli waris korban yaitu Istri korban atas nama ibu Marlina.

Kecepatan dan ketepatan pelayanan santunan tersebut tidak lepas dari dukungan dari mitra kerja terkait.

Kepala PT Jasa Raharja Cabang Mamuju, Arnold Dwi Novrianto, mengatakan sistem Jasa Raharja telah terintegrasi secara digital dengan pihak Kepolisian, pihak Rumah Sakit dan Ditjen Dukcapil Kementrian Dalam Negeri ditambah lagi dengan adanya transformasi proses pembayaran santunan secara digital melalui Cash Management System (CMS) BRI untuk proses transfer ke seluruh rekening Bank pihak penerima santunan, yang tentunya sangat memudahkan pihak korban maupun ahli waris korban dalam menerima santunan, khususnya santunan meninggal dunia sehingga santunan dapat diserahkan sesegera mungkin.

Kepala Cabang Jasa Raharja Mamuju menyampaikan santunan Meninggal Dunia korban lakalantas tersebut dapat terselenggara berkat adanya pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor dimana terdapat SWDKLLJ PT Jasa Raharja.

“Mari seluruh masyarakat, lunasi Pajak Kendaraan Bermotor ‘ta karena besar manfaatnya untuk menolong korban lakalantas,”ujar Arnold.

Tidak lupa Kepala Cabang Jasa Raharja Mamuju mengucapkan turut berbelasungkawa atas meninggalnya korban dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan.

Ia juga menghimbau kepada masyarakat untuk selalu berhati-hati dalam berkendara, memastikan kelayakan kendaraan sebelum digunakan serta selalu mematuhi rambu-rambu lalulintas demi keselamatan bersama.
(*)

  • Bagikan