Peringatan Hari Kebudayaan di Polman Dirangkaikan Seminar Kebudayaan

  • Bagikan
Dinas Pendidikan dan kebudayaan (Dikbud) Polman memperingati Hari kebudayaan, Rabu (8/3)

POLMAN, RAKYATSULBAR.COM — Dinas Pendidikan dan kebudayaan (Dikbud) Polman memperingati Hari kebudayaan, Rabu (8/3)di aula kantor Bupati Polman.

Kepala Dinas pendidikan dan kebudayaan Polman Andi Masri Masdar menyampaikan, peringatan hari kebudayaan  Polewali Mandar merujuk pada undang-undang nomor 5 tahun 2017 tentang kemajuan kebudayaan.

“Dimana undang-undang nomor 5 tahun 2017 yang mengamanatkan tentang pelestarian pengembangan perlindungan pembinaan dan pemanfaatan terhadap budaya di masyarakat, oleh karena itu sangat penting dilakukan upaya untuk mendukung agar warisan budaya yang masih bertahan  dapat diangkat kembali ke permukaan agar dapat dikenali oleh generasi penerus bangsa,”ujarnya.

Ia juga menyampaikan salah satu target atau point amanah undang-undang nomor 5 Tahun 2017 adalah pengembangan dan perlindungan untuk dijabarkan dalam berbagai kegiatan, capaian dan target yang ingin dicapai adalah penetapan hari kebudayan pertama Polewali Mandar sehingga sejak dini harus ditemui dasar penetapan hari kebudayaan.

“Merujuk pada sebuah peristiwa sejarah maha dahsyat yaitu seminar budaya Mandar pertama di Tinambung dimana kegiatan tersebut masih bisa dilacak hari dan tanggal beserta tahunnya yang kedua dalam undang-undang nomor 41 tahun 2014 tentang penyusunan RTRW Provinsi Sulawesi Barat, Kabupaten Polewali Mandar ditetapkan merupakan sebagai Kota budaya Provinsi Sulawesi Barat yang telah menjadi daerah otonomi baru melalui undang-undang nomor 26 tahun 2014, “tukasnya.

Sementara itu, Bupati Polman Andi Ibrahim Masdar mengatakan, seminar ini bisa membuat suatu kerangka budaya yang bagus untuk bisa dipedomani ke depan karena kalau ingin maju ingin manusia yang sempurna harus memahami tentang budaya

“Di Polman  ini ada beberapa Suku dan budaya yaitu Bugis Mandar Toraja Makassar,dan  dan itu tidak bisa dipisah-pisahkan karena ini suatu kesatuan yang harus terikat dalam satu budaya itu tidak bisa dipungkiri,”ucap Andi Ibrahim Masdar.

Ia pun berharap ada suatu lembaga budaya yang betul-betul menaungi ini agar para tokoh dan pemangku adat  bisa mengadukan apa yang harus Bupati lakukan sebagai pemerintah.

“Orang berbudaya itu harus saling mensupport ketika ini dijalankan dan ada yang menaungi keseluruhannya saya yakin budaya dan adat yang ada di Polewali Mandar akan maju dan tatanan kebudayaan ke depan ¬†akan lebih baik lagi,”pungkasnya.

(win)

  • Bagikan