MAMUJU,RAKYATSULBAR.COM–Dewan Perwakilan Rakyat Derah (DPRD) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) melalui Komisi IV DPRD Sulbar belum lama ini menggelar rapat dengan Dinas Pendidikan Sulbar dan menghadirkan seluruh kepala sekolah (kepsek) SMA dan SMK pengelola dana alokasi khusus (DAK) tahun 2020. Rapat tersebut dalam rangka membahas laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPj) Gubernur Sulbar tahun anggaran 2020.

Mayoritas kepsek SMA/SMK hadir pada rapat komisi IV tersebut, kecuali kepsek dari kabupaten Mamasa. Ketidak hadiran para kepsek SMK/SMA di kabupaten Mamasa menimbulkan tanda tanya besar para anggota komisi IV DPRD Sulbar.

Ketua komisi IV DPRD Sulbar Sudirman menegaskan ketidakhadiran para kepsek sekolah menengah yang ada di Mamasa menimbulkan kecurigaan dan membuat komisi IV bertanya-tanya.

Anggota DPRD Sulbar asal Mamasa ini curiga ketidakhadiran mereka karena ada hal yang hendak ditutup-tutupi.

“Ada apa sebenarnya yang terjadi dalam pengelolaan dana DAK SMA/SMK,apakah karena ada pihak ketiga sehingga kepala sekolah manngkir dari panggilan komisi IV DPRD Sulbar,atau kah karena ada kebijakan lain sehubungan dengan keberdaan Fasilitator. Atau jangan-jangan ada masalah dengan perencanaan dan pembangunan fisik di masing-masing sekolah.”Kata Sudirman, Selasa, (27/04/2021)

Ketua Golkar Mamasa itu menjelaskan bahwa baru-baru ini pihaknya melakukan kunjungan kerja dalam rangka melihat realisasi pembangunan fisik di setiap sekolah baik SMA dan SMK di Mamasa, hasilnya kata Sudirman banyak pembangunan fisik yang diduga dikerja asal-asalan.

“Setelah kami turun lansung ke lapangan, kami mendapatkan bahwa ada dugaan masalah pada perencanaan yang tdk sesuai dgn petunjuk teknis penggunaaan DAK.”Kata politisi Golkar ini via WhatsApp.

Sudirman meminta kepala sekolah agar serius mengurus kwalitas pendidikan dan administrasi perkantoran tidak ikut-ikutan main proyek yang dapat berujung tindakan pidana.

Ia meminta Dinas Pendidikan Sulbar segera membenahi hal ini, jika tidak maka akan menjadi sumber masalah dikemudian hari.

“Kalau dinas berhasil menjalankan program yang kita sepakati bersama di DPRD,maka kami sebagai mitra kerja tentu juga akan ikut bangga.Saya berharap dinas pendidikan segera berbenah,benahi dulu internal. Jangan karbit kepala sekolah,jangan biarkan kepsek main proyek.”Tegas Sudirman (Adv)